Pernahkah sebagai seorang guru yang sudah berlangsung bertahun – tahun merefleksi diri bagaimana penerimaan siswa saat kita mengajar, selama ini guru melaksanakan pembelajaran tanpa memperhitungkan sejauh mana siswa menerima kedatangan kita dengan penuh kerinduan. Paradigma lama masih tertanam dalam benak guru bahwa siswa hanya sebagai obyek yang harus menerima dia dengan penuh kepasrahan artinya apapun yang guru lakukan dalam menyampaikan materi cocok tidak cocok, senang tidak senang siswa harus menerimanya akibatnya proses pembelajaran berlaku monoton senyap tanpa dinamika kegairahan untuk belajar. Perlu diketahui bahwa proses pembelajaran yang bermakna paling tidak memenuhi unsur : Inspiratif, menantang, menyenangkan, memberi ruang bagi prakarsa, kreatifitas, kemandirian, memotivasi peserta didik berpartisipasi aktif, dan interaktif. Guru paling tidak memahami bahwa paradigma baru proses belajar mengajar bagaikan air yang mengalir di sungai : mengalir, dinamis, penuh resiko, menggairahkan kadang ada kesalahan tapi akan memunculkan kreatifitas, pengembangan potensi, dan ketakjuban menghiasi air mengalir tersebut, guru bertindak melancarkan agar air dapat mengalir dengan lancar dengan memberikan arah di sela-sela bebatuan dan menyingkirkan sampah yang dapat menghambat aliran air tersebut. Pemahaman paradigma baru berkaitan dengan proses belajar mengajar
menuntut seorang guru mengedepankan ketulusan hati, kesetiaan, kemesrahan, kesabaraban, cinta, suka cita, pengendalian diri untuk memenuhi tanggung jawab tersebut. Guru Asyik merupakan jawaban dari kegaulaan siswa untuk memenuhi tuntutan mereka selama ini yaitu guru yang mampu memahami kebutuhan dan keragaman mereka menempatkan dirinnya sebagai sosok inspiratif untuk menggali potensi siswa untuk ditampilkan secara berani dan mandiri sebagai wujud kreatifitas. Untuk menjadi guru yang Asyik maka beberapa sikap saat menyampaikan materi pelajaran yang bisa dilakukan adalah :
Bagaimana sikap guru asyik ditengah- tengah rekan sejawat dan lingkungan sekitar paling tidak dia akan bersikap :
Tentu untuk menempatkan dirinya sebagai guru Asyik tidak hanya pada sebatas sikap, tindakan dan kata – kata yang dia tampilkan tapi dia mampu menyusunya dalam sebuah rencana pembelajaran, maka segala rencana yang akan dia lakukan pada saat proses pembelajaran dituangkannya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Dalam menyusun rencana pembelajaran harus mengingat beberapa hal : 1) Lihat program semester telaah materi dan alokasi JP, 2) Sebaiknya susun rencana pembelajaran setelah proses KBM sebelumnya selesai, 3) Sesuaikan ketercapaian materi sebelumya dan jadikan Refleksi sebagai acuan strategi pendekatan, 4) Susun RPP yang simpel mudah dipahami, jelas dan aplikatif, 5) Sistematis dari tujuan, langkah -langkah dan penilaian.
Tentu sistematika dan cara menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di susun mengaju pada format dan teknis tertentu untuk itu juga perlu di baca dan dipelajari. Materi menyusun RPP dapat diunduh : : di sini
|