blog-img

TRAGEDI CINTA TERBELAH-BELAH

Muhaimin,S.Pd.M.Si | Cerpen | 04/09/2022

*

Tak pernah menyangka segalanya menjadi ambyar, gara-gara Tatang Mahruf brengsek telah menjerat dan memanfaatkan diri ku habis-habisan “ dasar serigala berkepala ular “ gerutunya sekarang putri Cindailala terikat kuat oleh jeratan yang dilakukan oleh Tantang Mahruf. Putri Cindailala membenamkan wajah dan meremas kuat bantal yang tak tahu menahu masalah yang ia hadapi, Tatang mahruf telah menjebaknya dalam situasi yang serba sulit, sebagai seorang sopir Tatang mahruf tahu kesepian hati yang dirasakan putri  selama ini ia hanya jadi lukisan panjangan indah menawan hanya dilihat dikasih senyum dan dibiarkan sendirian Keelokan tubuh dan pesona wajah putri tak lagi membuat Samgo bergairah untuk berlama-lama bersenda seperti dulu, saat hati putri gundah Tatang Mahruf mengeluarkan bisa dendam tentang suami putri yang punya banyak mainan diluar  saat bisa dendam mempengaruhi putri dan membuat putri limbung Tatang Mahruf dengan buas menerkam melahap habis dan menjadikan putri sebagai santapan yang tak bisa lepas, Tatang mahruf selalu mengancam saat putri ingin lepas dari cengkeraman.

Acara pesta telah selesai Samgo bersiap untuk pergi, Putri belum beranjak dari kamar perasaan sedih dan bersalah kadang muncul saat berada di sisi Samgo suaminya dan berganti perasaan dendam asmara begitu Samgo tanpa alasan yang  jelas kembali pergi lalu pikiran-pikiran jahat pun kadang mengajaknya untuk membalas dendam tapi tidak untuk saat ini Putri ingin lepas dari jeratan Tatang Mahruf apa pun resikonya.

“ hay sayang aku nunggu lama sampai suami mu pergi “ suaranya bergetar berburu dengan nafsu ingin segera menerkam putri yang masih tiduran di kasur sampai dia lupa menutup pintu kamar

“ Berani kamu masuk kamar, tahu diri lah siapa kamu, keluar ! “ putri dengan cepat membalikan tubuhnya menepis tangan Tatang yang berusaha memeluknya pandangan matanya tajam tanganya menunjuk ke muka Tatang

“ ha..ha…ha…. berani kamu berkata begitu, aku adalah kekasih hati mu yang selama ini memberikan sepenuh kasih tidak seperti Samgo suami mu “

“ kamu seorang sopir yang tak tahu diri, keluar ! “

“ ingat Putri aku punya video hubungan kita, bisa saja aku buka dan kamu akan hancur “

“ silahkan buka, aku tak takut lebih baik hancur daripada jadi budak nafsu “ suara Putri jelas tegas rasa takut yang selama ini tertekan sudah lepas kalau mau hancur dia sudah siap menanggung resiko apa pun

“ owh….sedangkal inikah cinta mu atau barangkali sudah beralih ke jasson anak bau kencur itu “

“ tak ada urusan apa pun kamu terhadap perasaan ku, dan perlu kamu tahu dari dulu sampai saat ini secuil pun tak ada perasaan cinta terhadap mu “

“ aku juga tak pernah peduli dengan cinta yang penting saat Samgo tak ada di rumah kamu siap melayaniku, dan sekarang kamu harus mau “ Tatang Mahruf menyergap putri yang berdiri disamping kasur nafsunya sudah diujung ubun-ubun, melihat gelagat Tatang yang menggebu putri menghindar dan berlari cepat keluar kamar badannya terhuyung karena sedikit tadi kepalanya terbentur tembok matanya agak nanar, dia berlari dan berjalan cepat menuruni tangga menuju lantai satu pada injakan terakhir kakinya terantuk tubuhnya terayun ke depan dengan keras nyaris saja kepala terbentur lantai kalau saja Jasson tidak dengan cepat menahan dan memeluk tubuh putri, perlahan Jasson memapah putri dan menidurkannya di Shofa dengan tenang Jasson mengusap pelan wajah putri yang pucat matanya terpejam, nafasnya berhembus pelan “ cantik “ ucap Jasson tanpa sadar. Selama ini Jasson dan 2 temannya memang bertugas sebagai pengawal Samgo dan Jasson sendiri menjadi pengawal putri wajahnya yang ganteng  dan badannya yang kokoh berisi serta perhatian yang tulus menjadikan hubungan Jasson dan Putri sangat dekat, walaupun demikian Jasson masih tetap memegang teguh prinsip bahwa dia tidak akan mengkhianati atasan apalagi berbuat kurang ajar semua yang dia lakukan semata-mata tugas seorang prajurit.

“ aku capek, ngantuk bawa aku ke kamar “ ucap Putri lirih matanya membuka sebentar dan kembali terpejam, Jasson kembali memeluk tubuh putri dan membopongnya masuk ke kamar tidur, sampai di kamar tubuh putri diletakan pelan diatas kasur,  tak enak takut terbawa perasaan tadi saja dadanya sempat berdesir saat membopong tubuh Putri maka ia bergegas untuk keluar.

“ tutup pintunya dan temani ibu “ langkah Jasson berhenti dengan pelan dia menutup pintu kamar dan berbalik lagi duduk disamping Putri yang sedang rebah tiduran. Semua adegan yang dilakukan Jasson dan Putri terekam kamera  Tatang Mahruf, tubuhnya yang gempal berjalan mondar-mandir rasa cemburu mencerdaskan otak liciknya, dia telfon Samgo yang belum jauh keluar kota dan mengirimkan potongan video saat Jasson membopong putri masuk ke dalam kamar tujuannya satu Jasson harus mati.

Dua puluh menit berlalu Jasson berada di dalam kamar bersama Putri sementara di luar kamar Elyas, Rifky dan Tatang Mahruf masih berbincang, pintu kamar terbuka Jasson keluar menghampiri mereka bertiga.

“ ibu kecapaian, tidak enak badan dia sedang tidur “ tangannya menepuk pundak dua sahabatnya dan pamit mau istirahat tiduran di lantai atas, tak berselang lama Samgo datang wajah marah memerah ingin segera memasuki kamar istrinya Tatang Mahruf mendekat dan berusaha menahannya dengan memberi  hormat lalu mengajak tuannya untuk berbincang baru  menengok putri yang masih tertidur di kamar kemarahannya semakin menjadi melihat pakaian putri yang tipis tersikap pikirannya kalut dia tutup lagi pintu kamar tidur dan membiarkan istrinya tertidur.

“ anak ingusan kurang ajar kamu harus mati “ ucap Samgo tanganya mengepal keras dan terus berjalan mondar-mandir sementara Tatang Mahruf tersenyum gembira  memperhatikan tuannya yang sedang marah besar.

“ setelah ibu bangun kita kembali ke jakarta “ Samgo sudah mulai tenang sepertinya dia sudah menemukan rencana jahat

“ Tatang Mahruf nanti kamu bersama ibu Putri biarkan dia tenang dan jangan cerita macam-macam, Elyas dan Rifky kamu satu mobil dengan Jasson jangan cerita macam-macam “

“ siap laksanakan ndan “

“ sesampai di jakarta kalian bertiga nanti ketemu dengan saya di ruang meeting dan arahkan Jasson untuk melakukan kegiatan lain “ dengan tegas Samgo memberikan instruksi dan setelah itu Samgo pergi mendahului mereka kembali ke Jakarta. Mereka bertiga dengan cepat berkemas  untuk Persiapan pulang ke jakarta, tas – tas besar telah  dimasukan ke dalam mobil dan akan segera berangkat setelah ibu Putri bangun.

 

**

Perjalanan yang melelahkan, hampir tujuh jam rombongan ibu Putri menyusuri jalan memang tidak ada hambatan apapun selama rombongan menempuh perjalanan menuju Jakarta, Jasson, Elyas dan Rifky mereka bertiga terbawa oleh pikiran masing-masing tanpa banyak bicara meski sekali-sekali ada candaan kecil untuk mengusir kejenuhan, sedang Putri yang semobil dengan Tatang Mahruf diam dan tak berkata sedikit pun, Tatang  juga tidak berani macam-macam sebab mobil mereka beriringan. Memasuki kawasan Jakarta rombongan dikawal petugas patroli yang sudah dihubungi Samgo agar tidak terjebak kemacetan, tak butuh waktu lama sampai juga mobil langsung parkir dihalaman yang tak begitu luas, ingin segera istirahat Putri keluar dari mobil dan berjalan dengan cepat memasuki rumah. Jasson, Elyas dan Rifky mengangkat barang – barang bawaan ke dalam rumah setelah selesai mereka istirahat melepas lelah dengan cara mereka masing-masing, Jasson menikmati udara segar di luar rumah, Elyas dan Rifky memilih tidur-tiduran di kamar lantai atas menunggu instruksi dari atasan, tak berselang lama mereka berdua keluar kamar menuju tempat meeting di ruang meeting Tatang Mahruf dan Samgo sudah menunggu.

“ Kita akan menghabisi Jasson “ ucap Samgo membuka pembicaraan mereka bertiga diam menunggu perintah yang harus dilakukan

“ Elyas ini tugas kamu siapkan senjata dan lakukan ekseskusi sesuai perintah saya “ Elyas terhentak kaget matanya memandang Samgo dalam hatinya protes tapi tak bisa menolak resikonya besar kalau berani menolak, Elyas sangat tahu siapa Samgo, seorang pejabat penting yang disegani , licik dan kejam menggunakan berbagai cara untuk mewujudkan ambisinya.

“ siap laksanakan perintah ndan “ ucap Elyas setelah diam beberapa saat

“ Rifky tugas kamu memanggil Jasson ke ruang tengah dan mengamankan situasi “

“ siap laksanakan perintah ndan “

“ semua skenario sudah saya atur, setelah eksekusi ini selesai tidak boleh ada pengkhianat semua harus satu kata tentu semua ini tidak gratis kalian akan mendapatkan imbalan yang berlipat baik uang atau jabatan “ instruksi Samgo sangat jelas dan tegas Elyas dan Rifky berdiri siap melaksanakan perintah

“ Kalian cepat laksanakan perintah saya dan Tatang menunggu di ruang tengah “ mereka keluar dari ruang metting menyesuaikan dengan rencana yang telah dibuat.

Ruang tengah rumah Samgo tak begitu luas hanya ada satu shofa hiasan dinding dan tv flate yang lumayan besar, Samgo duduk diam di shofa, Tatang mahruf duduk agak jauh di kursi, sedang Elyas belum kelihatan tak berapa lama Rifky dan Jasson masuk untuk menghadap Samgo, Jasson berdiri tegak di depan Samgo siap memberi hormat tak disangka Samgo dengan cepat berdiri dan menendang , Jasson tersungkur ke belakang berusaha berdiri mukanya pucat matanya ngambang bingung dengan kejadian yang tak disangka, Samgo berdiri dari shofa pandanganya menyeramkan.

“ kamu kurang ajar, tega khianati atasan mu “

“ ampun Ndan aku patuh siap menerima perintah “ Jasson masih terduduk dan berusaha berdiri sementara Samgo berjalan mendekat

“ ampun Ndan aku tak berani melakukan apapun tanpa perintah “ kini posisi Jasson sudah berdiri berhadapan dengan Samgo dia tak berani adi tatap dengan Samgo yang nampak sangat emosi lalu berteriak ke Elyas "woy kamu tembak, kau tembak cepat, cepat woy kau tembak". Perintah Samgo Tatang Mahruf tertawa kecil sedang Rifky diam membisu. Elyas turun dari lantai atas langsung mengarahkan senapannya memejamkan mata  langsung menembak Dor…dor…. Dor…. Tiga kali tembakan terlepas ,  dan Jasson  langsung meringkuk. Nafasnya terengah, kedua tangannya menopang badan darah sudah mulai menetes membasahi lantai. Suara tembakan mengagetkan Putri yang sedang istirahat di kamar, dia berjalan cepat menuju ruang tengah. Langkahnya terhenti melihat Jasson menahan sakit dengan darah yang semakin deras mengalir dari luka tembak.

“ Jasson ada apa ? kamu kenapa ? “ Putri melangkah mendekat dan kaget melihat luka tembak pada tubuh Jasson, sementara wajah Jasson semakin pucat mulutnya mengatup matanya terpejam menahan sakit tak ada suara yang keluar dari mulutnya kadang hanya mata sedikit terbuka, melihat Jasson Putri memandang Samgo, matanya sembab.

“ suami ku kamu salah ? ampuni Jasson, biarkan Jasson hidup, aku janji masalah ini akan selesai setelah Jasson terselamatkan “ Putri berusaha membujuk suaminya untuk memberi ampunan pada Jasson

“ aku sudah tahu semua, sangat memalukan, dengan cara ini masalah akan selesai “ Samgo berkata tanpa menoleh sedikit pun pada Putri, Samgo melangkah mendekati Jasson yang sudah lemah tak bisa apa-apa

“ kamu akan menyesal dia tidak salah, dia pengawal yang baik dan patuh “ Putri berjalan menyusul suaminya yang terus melangkah mendekati Jasson, tak tega Putri melihat kondisi Jasson yang sekarat.

“ kuat ya! Jasson nanti ibu bawah ke rumah sakit pasti sembuh “ ucap Putri menguatkan,  Jasson tanganya sudah tidak kuat lagi menahan tubuhnya dan  “ dor ! “  “ dor ! “ dua tembakan Samgo mengakhir hidup Jasson lalu dia melakukan tembakan – tembakan yang lain sesuai skenario yang dia buat,  Putri tak kuat menyaksikan kekejaman suaminya ia berteriak histeris berlari masuk kamar dia sangat trauma melihat pembunuhan keji yang dilakukan suaminya.

Suasana hening bau amis darah mulai menyebar Elyas dan Rifky diam tak beranjak dari tempat sedang Tantang Mahruf tampak wajahnya sumringah, Samgo berjalan mendekati mayat Jasson mengusapkan tangan Jasson pada pegangan senjata dan meletakan senjata dekat dengan tangan Jasson lalu duduk tenang di Shofa memanggil mereka bertiga.

“ dengar perintah saya, Elyas dan Rifky tetap di sini biarkan Jasad Jasson tidak boleh ada sentuhan apa pun, Tatang kamu boleh keluar ruangan, ingat tidak boleh ada yang berkhianat kalau ada akan menyusul Jasson “ tegas dan sangat berwibawa Samgo memandang mereka bertiga dengan tajam memastikan bahwa kata-katanya jelas didengar oleh mereka lalu dia melangkah cepat menuju kamar tempat istrinya istirahat setelah pintu kamar terbuka dia lihat Putri tertelungkup tak menoleh sedikitkan mendengar pintu kamar di buka.

“ aku sudah menyelesaikan permasalahan keluarga kita, saya harap kamu mengerti, aku suami mu dan akan tetap menjadi suami mu yang selalu bersama, keluarga ini sudah kita bangun lama tidak boleh dihancurkan oleh siapa pun, kita lupakan yang kemarin dan akan kita mulai kehidupan baru saya janji akan selalu menyayangi istri dan anak-anak kita “ Samgo berusaha menyakinkan istrinya dia berhenti berucap melihat istrinya yang tidak menunjukan ekspresi apapun

“ ingat istri ku sayang, anak – anak kita harus kita antarkan ke masa depan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuannya, untuk itulah kamu harus ikuti skenario yang sudah saya buat demi keluarga kita “ lalu Samgo mendekat dan duduk di samping tempat tidur tanganya merapikan rambut Putri yang berantakan sambil memberikan instruksi apa yang harus dilakukan dan dikatakan oleh Putri dengan peristiwa yang baru saja terjadi.

Kategori Seni Budaya

Populer