blog-img

PERSIAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI KABUPATEN PEKALONGAN

Muhaimin S.Pd | Pendidikan | 29/03/2022

Kajen, 29 Maret 2022 Dindikbud kabupaten Pekalongan mengadakan workshop implementasi kurkulum merdeka, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 12 guru mapel dan guru BK yang di bagi dalam 3 angkatan dimulai dari Selasa 22 Maret 2022 sampai dengan Kamis 31 Maret 2022. Kegiatan workshop ini dimaksudkan sebagai langkah persiapan agar dalam implementasi kurikulum Merdeka masing-masing sekolah siap.

Selama mengikuti kegiatan guru akan di kenalkan secara mendalam pemahaman tentang kurikulum merdeka.

Pengertian Umum Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka yang sebelumnya dikenal dengan sebutan kurikulum prototipe ini dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial serta pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Kurikulum Merdeka akan mampu mendukung pemulihan pembelajaran akibat pandemi Covid-19 yang memunculkan learning loss mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

2. Fokus pembelajaran pada materi esensial akan membuat pembelajaran lebih mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

3. Guru memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan siswa dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Proses Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka  memberikan porsi yang besar dalam proses pembelajaran. Nilai yang diberikan kepada siswa lebih banyak memperhatikan proses siswa dalam menjalankan pembelajaran melalui asesmen diagnostik,  formatif dan sumatif. Konsep ini selaras dengan pemikiran Ki Hadjar mengenai pendidikan yang bermakna menuntun segala kekuatan kodrat pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan serta menggapai kebahagiaan setinggi-tingginya. Proses dalam kurikulum merdeka lebih bermakna dan fleksibel sesuai keinginan dan potensi yang dimiliki siswa dengan cara ini maka siswa mengembangkan dirinya sesuai dengan kodrat tentu rasa senang yang ada pada siswa akan menciptakan aksi kreatifitas memunculkan inovasi – inovasi baru. Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa maka pendidik akan melakukan deferensiasi dari segi konten, proses dan produk menyesuaikan dengan karakteristik siswa, deferensiasi pembelajaran menjadikan pembelajaran akan mengena pada seluruh siswa ini tentu akan memberikan hasil yang lebih baik karena semua siswa merasa terfasilitasi untuk berkembang sesuai dengan kodratnya.

Kolaburasi Peserta untuk mendalami materi

Assesment Kurikulum Merdeka

Ada 3 jenis assesment

  • Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik. Hasilnya digunakan pendidik sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik, dilaksankan awal tahun pelajaran

  • asesmen formatif untuk perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan,menkonfirmasi capain hasil belajar peserta didik. yang waktu pelaksanaannya menyatu dalam proses pembelajaran

  • asesmen Sumatif Alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik pada periode tertentu, untuk Mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan yang dilakukan pada akhir lingkup materi dan atau akhir semester

Keleluasaan dalam memilih jenis, teknik dan pengolahan assesmen memberikan ruang bagi pendidik untuk menggunakan assesmen yang sesuai dengan alur tujuan pembelajaran dan modul pembelajaran yang berbeda, maka masing-masing satuan pendidikan akan menggunakan jenis, teknik dan pengolahan assesmen yang berbeda pula, ketercapaian pembelajaran tidak lagi dijadikan  standar minimum yang harus dicapai oleh siswa.

Baca Juga : Assesmen Kurikulum Merdeka

Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Kurikulum Merdeka

project based learning merupakan metode pembelajaran yang memanfaatkan pembuatan projek sebagai kegiatan inti dalam proses pembelajaran.Dalam metode pembelajaran ini nantinya siswa diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan eksplorasi, penilaian, observasi, interpretasi guna memperoleh sebuah pengetahuan baru, keterampilan baru serta sikap sosial yang baik dimilikinya di masa depan.

Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis proyek, maka sekolah dan guru bisa mengikuti tema-tema yang sudah dianjurkan atau diusulkan dalam kurikulum merdeka. Setidaknya terdapat 7 tema yang sudah ditetapkan dalam kurikulum merdeka, yaitu:

1. Bangunlah jiwa dan raganya

2. Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI

3. Bhinneka Tunggal Ika

4. Gaya hidup berkelanjutan

5. Kearifan lokal

6. Kewirausahaan

7. Suara demokrasi

 Sekolah diberi keleluasaan memilih tema – tema tersebut disesuaikan dengan kearifan lokal dan dikembangkan dalam bentuk kegiatan – kegiatan yang memberikan pengalaman (experiential learning) dari proses kegiatan tersebut akan didapat out put produk yang tentu mempunyai nilai kebanggan bagi siswa karena menghasilkan sesuatu untuk sekolahnya. Kegiatan project based learning dinilai bukan hanya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan seru, namun juga membantu guru serta siswa untuk mengembangkan karakter dan soft skill dari lintas mata pelajaran yang ada di sekolah.

Materi PPT bisa di dowload

Budaya Positif Kurikulum Merdeka

Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Assesmen Kurikulum Merdeka

Pengembangan Projek Penguatan PPP