blog-img

Ayo Bangun dan Bergegas Nanti Keburu Matahari Tenggelam

Muhaimin,S.Pd.M.Si | Pendidikan | 18/11/2025

Pernah dengar celotehan, "Duh, kenapa sih harus diubah? Dari dulu juga begini, aman-aman aja, lho!"

Kalau iya, selamat! Anda baru saja berhadapan dengan salah satu virus paling mematikan di dunia profesional: Sindrom Auto-Pilot, ini adalah kondisi di mana kita, atau tim kita, merasa sudah melakukan lebih dari cukup menurut ukurannya sendiri, dan yang lebih parah, standar itu sudah berlaku bertahun-tahun tanpa ada yang berani sentuh, apalagi evaluasi.

Intinya, banyak dari kita yang terjebak dalam zona nyaman yang perlahan-lahan berubah menjadi kuburan kreativitas.

1. Menggunakan Komunikasi Hati bila Berhadapan Barang Antik

Begini, mengajak seseorang untuk "berpikir dan bertindak lebih" dari sekadar menunaikan ceklis tugas harian itu butuh skill komunikasi, kenapa? Karena ketika Anda datang membawa ide perubahan, rasanya seperti menyentuh "barang antik".

Mereka merasa sudah berbuat banyak, mereka bangga dengan cara kerja yang sudah teruji waktu (baca: sudah basi), maka jika kita berada ditengah-tengah mereka ajaklah ngobrol bahwa  yang dibutuhkan saat ini bukan hanya kebanggaan masa lalu, tetapi keterbukaan dan sifat reflektif. Ini bukan soal menyalahkan, tapi lebih membuka wawasan  bahwa kompetensi diri itu harus selalu di-upgrade. Kalau software di HP saja harus di-update berkala biar enggak lag, kenapa cara kerja kita enggak?

Komunikasi persuasif Anda harus sehalus sikat gigi elektrik, pelan tapi pasti membersihkan kerak-kerak kebiasaan lama. Tujuannya satu: agar mereka menyadari bahwa rasa nyaman bisa jadi penanda bahwa Anda sedang stagnan.

2. Dilema "Kelihatan Baik" Tanpa Mau Berkonflik

Fenomena ini makin pelik di level institusi, di sana, ada entitas yang lebih besar dari sekadar individu yaitu budaya organisasi. Banyak pemimpin atau institusi yang memilih jalur safe mode,mereka membiarkan semua berjalan "seperti biasa" demi satu tujuan: kelihatan baik dan menghindari konflik, merubah status quo yang sudah terlanjur nyaman itu memang tidak enak, rasanya seperti mengganggu tidur pulas yang sedang bermimpi indah, ini adalah dilema pelik yang nyata, di mana keharmonisan diartikan sebagai kesepakatan bersama untuk tidak berkembang.

Padahal, keharmonisan sejati itu bukan berarti bersama-sama mempertahankan kebiasaan yang membius. Kalau kita terus-terusan tidur pulas dalam kenyenyakan yang palsu, kita akan auto gagap dan terkejut saat bangun. Kenapa? Karena dunia di sekeliling kita sudah berubah total. Kita hanya bisa bengong, terheran-heran, dan berubah menjadi penonton setia terhadap dinamika yang bergerak padahal kitab isa menjadi pemain di dalamnya, ini sungguh ironis. Butuh keberanian ekstra untuk memunculkan dinamika yang sehat, yang selalu bergerak menuju kualitas yang lebih baik. Keberanian untuk mengatakan, "Mari kita fight ide, bukan orang."

3. Menularkan "Virus Evaluasi" dan Kegairahan

Lantas, harus mulai dari mana?

Keberanian mengambil peran harus dimulai dari diri sendiri, dengan menjadi pembawa virus yang positif: virus membuka diri untuk dievaluasi. Hancurkan sekat-sekat kebekuan dengan kegairahan, semangat yang menular, tunjukan wajah cerah bergairah berikan senyum simpatik agar mereka tertarik.

Tiga hal fundamental yang harus dipegang:

  1. Selalu Berpikir Positif: Jadikan evaluasi sebagai booster untuk terbang lebih tinggi, bukan sebagai hukuman.

  2. Fokus pada Tanggung Jawab, Bukan Predikat, bekerja bukan semata-mata untuk mendapat predikat "nilai lebih" atau "karyawan teladan bulan ini". Jauhkan mental mencari pujian. Utamakan tanggung jawab untuk berkontribusi secara maksimal.

  3. Bangun Diri, Bukan Hanya Proyek: Seseorang yang ingin melakukan lebih, mengedepankan keterampilan kreatif dan inovatif sejatinya bukan sedang mencari perhatian, mereka semata-mata punya keinginan tulus untuk membangun dirinya sendiri.

Ini adalah investasi. Ibarat pisau, kalau tidak diasah terus-menerus, ia akan tumpul dan tertinggal oleh kemajuan zaman. Jangan sampai kita menjadi tim yang hari ini merasa paling hebat, tapi lima tahun ke depan sudah jadi fosil yang dilihat sebagai peninggalan jaman lampau

Jadi, mari bergerak. Jadilah orang yang berani mengusik kenyamanan, agar kita tidak pulas tertidur dan terkejut melihat dunia sudah berlari kencang, keberanian Anda hari ini adalah asuransi kualitas diri Anda di masa depan.